Peran Orang Tua dalam Mendampingi Anak Belajar Di Rumah

Beberapa hari yang lalu tersiar berita di media massa (Kompas.com) tentang seorang  ibu yang tega memukul anak kandungnya sendiri  hingga meninggal. 

Alasannya, menurut pengakuan sang ibu,  saat itu dia sedang mengajar anaknya belajar namun si anak membuatnya kesal, susah diajari saat belajar online. Sehingga si ibu menjadi gelap mata dan melakukan kekerasan fisik pada korban yang berusia 8 tahun yang duduk di bangku kelas 1 SD itu. 

Foto: freepik.com

Sungguh miris mendengarnya!

Sebagai orang tua yang juga mengajari anak sendiri, tidak buru-buru menghakimi si ibu korban. 

Kita tidak tahu persis seperti apa bermula peristiwa itu, faktor-faktor yang turut menyebabkannya seperti kondisi psikis si ibu, tekanan emosi yang sedang dialaminya, usia,  dan keadaan ekonomi keluarga itu. Hal-hal itu juga perlu dipertimbangkan sehingga bisa diberikan sangsi/hukuman yang objektif bagi yang bersangkutan.

Kalau mau jujur, sebagai seorang Mom kadang juga meluapkan emosi hingga mengalahkan akal sehat. Biasanya, itu terjadi karena beberapa tekanan yang sulit diatasi sendiri. Jadi, jika ada suatu hal sedikit yang menggangu itu bisa menjadi pemicu dan menjadi anak  sebagai pelampiasannya. 

Sebenarnya, masalah mengajari anak ini bukan hanya si ibu tadi, banyak orang tua lain terutama para ibu yang mengeluhkan sistem belajar secara online ini. Berbagai keluhan dari waktu yang semakin tersita dan mengganggu pekerjaan biasanya, tidak mengerti pelajaran anak sekolah dan ketidaksiapan mental karena sistem ini terjadi secara mendadak akibat pandemi.

Kalau melihat alasan di atas, memang masuk akal sih. Hanya saja peristiwa pandemi tidak ada yang menginginkannya  baik orang tua, guru, siswa dan juga pemerintah. 

Tapi kehidupan harus tetap berjalan termasuk pendidikan anak-anak kita tercinta demi masa depan mereka. Daripada terus mengeluh dengan keadaan kita perlu menyesuaikan diri dengan keadaan ini. 

Orang yang tangguh adalah orang yang bisa beradaptasi dengan setiap keadaan.

Menariknya, dalam webinar yang diselenggarakan oleh Kemendikbud RI tanggal 21 Agustus 2020 yang lewat secara khusus membahas topik Mengelola Pembelajaran Adaptif, Flexibel dan Akomodatif.

Salah satu narasumber yaitu ibu Roslina Verauli seorang psikolog klinis anak, remaja dan orang tua memaparkan beberapa hal terkait tanggungjawab orang tua dalam proses AMB (aktivitas belajar mengajar) anak.

Beberapa poin yang dijelaskan sebagai berikut!

1. Zaman dahulu orang tua justru yang bertanggungjawab dalam mengajarkan anak berbagai ketrampilan, belakangan berpindah ke institusi. Tapi zaman terus berubah, sekarang diharapkan orang tua yang kompeten dan efektif dengan terlibat dalam mendidik dan mengajar anak sesuai usia dan kemampuan.

2. Untuk memenuhi hal itu  yang perlu dilakukan orang tua agar sistem belajar di rumah secara online (home based learning) berjalan sesuai yang diharapkan yakni menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. 

Caranya? Ciptakan spot yang bisa memengaruhi perilaku belajar misalnya area belajar yang lengkap baju, meja , buku yang dapat mengasosiakan bahwa mereka sedang belajar.

3. Latih anak untuk mandiri belajar




4. Berikan pujian dan feedback atas pencapaian anak.

Masih banyak tips-tips yang diberikan oleh beliau. Kalau hal-hal diatas diterapkan oleh orang tua peristiwa yang disebutkan diatas dan berbagai keluhan yang saat ini dirasakan para orang tua dan anak pasti bisa diatasi.

Jadi, kita para orang tua harus sadar betul bahwa pendidikan dan masa depan anak kita merupakan tanggungjawab utama kita. Jangan menyerah tetap belajar menyesuaikan pada setiap keadaan dengan secara aktif dan kreatif.



Posting Komentar untuk "Peran Orang Tua dalam Mendampingi Anak Belajar Di Rumah"