Atasi Gejala Mata Kering : Sepet, Perih, dan Lelah dengan Insto Dry Eyes

Salah satu impian yang sudah aku nantikan sejak bertahun-tahun adalah momen dimana bisa liburan keliling Jawa naik mobil pribadi bersama keluarga. Semacam travelling begitu. Rencana ini tertunda karena menunggu anak-anak besar, kesibukan pekerjaan dan tentu saja  menunggu budget kesana terkumpul. Syukurlah, akhir tahun lalu harapan itu bisa terwujud walaupun disertai selingan drama melankolis. Mengingat kembali waktu itu, rasanya begitu istimewa dan emosional serta berharap akan ada trip travelling berikutnya. Semoga!

Sebenarnya, agenda utama kami tidak hanya sekadar liburan, tetapi perjalanan ini juga sebagai ajang bersilaturahmi dengan sanak famili yang tinggal di berbagai kota sekaligus menjelajahi tempat-tempat ikonik di sepanjang jalur darat Pulau Jawa.

Foto : Dok. Pribadi

Kami memutuskan menggunakan kendaraan pribadi,  kami benar-benar ingin menikmati perjalanan ini secara leluasa tanpa harus terikat jadwal transportasi umum. Alasan lain juga memudahkan kami singgah menikmati tempat-tempat dengan pemandangan menarik atau sekedar singgah mencicipi kuliner khas daerah yang kami lewati.

Namun rencana ini bukan sesuatu yang mudah. Ada tantangannya. Ini adalah perjalanan pertama kami sekeluarga ke Jawa. Memang suami pernah beberapa kali kesana tapi itu dulu, sudah banyak sekali perubahan termasuk rute perjalanannya. Alhasil, kami sepenuhnya harus mengandalkan Google Maps sebagai pemandu jalan digital yang setia di sepanjang perjalanan. Sementara itu, untuk urusan mencari tempat penginapan yang murah, nyaman, dan terjangkau di setiap kota tempat kami singgah kami juga percayakan sepenuhnya pada aplikasi travel di ponsel. 

Tantangan di Balik keseruan Traveling Keliling Jawa

Namun, di balik keseruan menyusuri indahnya pemandangan luar jendela, ada satu masalah kecil yang luput dari perhitungan saya. Karena hampir seharian penuh mata ini harus terus-menerus menatap layar smartphone demi memantau arah peta digital, membaca ulasan hotel, hingga membalas pesan keluarga, masalah klasik pun mulai menghampiri kesehatan penglihatan saya.

Malioboro
Foto : Dok. Pribadi

Di tengah perjalanan darat menuju salah satu destinasi wisata budaya yang sangat ikonik, gejala mata kering yang mencakup mata sepet, perih, dan lelah mulai muncul secara bersamaan. Pada saat itu, saya sedang sibuk-sibuknya melihat layar ponsel untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan parah di pintu keluar tol. Tiba-tiba saja, rasanya tidak nyaman sekali. Kedipan mata terasa berat, ada sensasi menyengat yang perih di sudut mata, serta pandangan yang mendadak terasa lelah luar biasa seolah kurang istirahat selama berhari-hari.

Kondisi fisik yang mendadak terganggu itu tentu saja sempat mengubah jalannya momen penting di hari tersebut. Momen kebersamaan di dalam mobil yang tadinya dipenuhi canda tawa dan obrolan hangat mendadak sedikit meredup. Saya terpaksa meminta anggota keluarga lain untuk menggantikan posisi saya memegang ponsel, sementara saya harus memejamkan mata rapat-rapat selama beberapa menit sambil memijat pelipis secara perlahan. Rasa perih dan lelah itu membuat saya kesulitan menikmati pemandangan indah di luar, bahkan membuat saya merasa sedikit cemas perjalanan ini bakal terhambat gara-gara masalah kesehatan sepele yang ternyata dampaknya luar biasa mengganggu.

Dari pengalaman tidak menyenangkan ini satu  pelajaran penting yang sangat berharga saya petik. Kesehatan mata tidak boleh diabaikan, terutama saat harus bekerja ekstra di depan layar ponsel dalam durasi yang sangat lama. Situasi di jalanan menuntut konsentrasi tinggi, sementara layar ponsel terus memancarkan cahaya yang membuat mata cepat kering sebab frekuensi berkedip berkurang drastis.

Selain harus pandai mengatur waktu istirahat dan disiplin memalingkan pandangan dari layar secara berkala setiap beberapa puluh menit sekali, langkah preventif terbaik adalah selalu menyediakan produk perawatan mata yang andal di dalam tas atau saku.  Setelah searching  produk perawatan untuk mata kering dengan gejala yang saya alami direkomendasikan Insto Dry Eyes Jadi, saat mobil kami berhenti sejenak di sebuah rest area di kota berikutnya, saya langsung bergegas mencari minimarket Indomaret yang ada disitu dan berhasil menemukan Insto Dry Eyes.

Pengalaman Pertama Menggunakan Insto Dry Eyes

Segera setelah dapat, saya langsung menetes cairan Insto ke dalam mata dan wow banget sensasi sepet, perih, dan lelah langsung mereda seketika. Dalam hitungan detik, sgejala mata kering yang mencakup mata sepet, perih, dan lelah mulai muncul secara bersamaan.

Insto Dry Eyes
Foto : Dok. Pribadi
 langsung terasa sehingga penglihatan jadi nyaman dan lega. Efeknya begitu instan.  Rasanya seperti mendapatkan energi baru untuk kembali fokus melihat jalanan dan melanjutkan sisa rute perjalanan keliling Jawa dengan penuh semangat.

Berkat penanganan yang cepat dan tepat, sisa liburan bersama keluarga besar dapat dilanjutkan tanpa ada hambatan berarti pada mata saya. Bolehlah kalau saya nobatkan Insto  Dry Eyes sebagai penyelamat liburan keluarga kami.

Kini, perjalanan silaturahmi ke rumah saudara serta kunjungan ke berbagai tempat ikonik selanjutnya berlangsung dengan gelak tawa ceria diselingi canda yang hangat  membuat suasana kembali merekah di dalam mobil.

Kejadian ini mengingatkan saya satu hal bahwa kesehatan mata tidak boleh dianggap enteng #MataSePeLeJanganSepelein harus diperhatikan juga sama seperti merawat kesehatan tubuh lainnya. Langkah praktis dengan memastikan selalu sedia #InstoDryEyes  di setiap perjalanan jauh agar momen kebersamaan bersama orang-orang tercinta tetap bisa dinikmati dengan maksimal dalam keadaan #BebasMataKering.



Posting Komentar untuk "Atasi Gejala Mata Kering : Sepet, Perih, dan Lelah dengan Insto Dry Eyes"