Strategi S2/S3 di Negeri Sakura Tanpa Beasiswa

Melanjutkan pendidikan di Jepang adalah keinginan dan tujuan banyak orang. Selain memiliki universitas-universitas top dunia, kualitas hidup dan kesempatan kerja di Jepang juga tinggi serta lingkungannya yang bersih dan asri. Namun, Anda mungkin khawatir dengan persoalan biaya. Mendapatkan beasiswa pun tidak mudah. 

Padahal Anda bisa saja sudah lama bermimpi untuk melanjutkan kuliah di negara tersebut. Mengetahui permasalahan ini, Anda sebaiknya mempertimbangkan kemungkinan untuk melanjutkan S2/S3 di Jepang dengan pinjaman bank.

Biaya kuliah di Jepang
Foto : Pexels

Perkiraan Biaya Kuliah di Jepang

Meskipun sudah ada DBS KTA sebagai solusi untuk pendanaan kuliah di Jepang, Anda sebaiknya mengetahui perkiraan biaya yang akan dikeluarkan disana. Secara kasar, biaya untuk kuliah dan hidup selama di Jepang akan lebih dari Rp200 juta rupiah. Untuk lebih detail, biaya tersebut dapat dibagi menjadi dua yaitu:

1. Biaya Kuliah

Sama seperti di Indonesia, biaya kuliah di Jepang tergantung dari apakah Anda kuliah di universitas swasta atau universitas negeri. Selain itu, terdapat juga perbedaan biaya kuliah antara fakultas. Biaya kuliah S2/S3 biasanya akan lebih murah daripada biaya kuliah S1 karena masa studinya yang lebih singkat. 

Secara umum, biaya kuliah S2 di Jepang adalah sekitar 515.000 sampai 1.250.000 yen atau kalau dirupiahkan sekitar 54.850.715 sampai 133.132.805 per semester. Sebelum mendaftar, Anda juga akan dikenai biaya pendaftaran sebesar 25.000 yen atau sekitar 2.662.656 rupiah. Kalau di total, biaya kuliah Anda selama dua tahun di Jepang adalah minimal 2085000 yen atau sekitar Rp222.065.519 rupiah.

2. Biaya Hidup

Biaya hidup memang sangat bergantung pada gaya hidup Anda. Tentunya biaya hidup di kota besar seperti Tokyo akan lebih mahal daripada di daerah lain di Jepang. Untuk tempat tinggal, Anda bisa menyewa apartemen dengan kisaran harga 40.000 sampai 80.000 yen. Beberapa universitas juga memiliki fasilitas asrama yang mungkin bisa Anda pertimbangkan.

Biaya asrama biasanya terpisah dengan biaya kuliah. Biaya listrik, gas, dan air yang umumnya sekitar 15.000 yen perlu Anda perhitungkan karena tidak termasuk biaya apartemen. Anda juga akan membutuhkan asuransi untuk keamanan Anda. Biaya makan dan transportasi kasarnya masing-masing dapat mencapai 50.000 yen. Biaya transportasi dapat Anda hemat bila Anda tinggal dekat dengan universitas. Anda juga perlu menyisihkan dana untuk hiburan dan biaya darurat.

Strategi hidup hemat di Jepang
Foto : Pexels

Strategi Hidup Hemat di Jepang

Dana pribadi dan pinjaman bank mungkin bisa meng-cover semua kebutuhan Anda. Namun, tidak ada salahnya mengetahui bagaimana cara hidup lebih hemat selama tinggal di Jepang. Berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat Anda lakukan untuk menghemat pengeluaran selama berkuliah di negara tersebut:

1. Bekerja Paruh Waktu atau Freelancer

Banyak pekerjaan paruh waktu yang bisa Anda coba di Jepang. Dengan bekerja paruh waktu atau saat libur musiman, Anda bisa mendapatkan pemasukan, pengalaman, dan mungkin juga teman baru karena kerja paruh sangat populer di Jepang. Pekerjaan paruh waktu tersedia dengan banyak pilihan dari menjadi penerjemah sampai menjadi pelayan di restoran. Selama Anda masih bisa fokus kuliah, bekerja paruh waktu akan menguntungkan Anda. Anda juga bisa mencoba bekerja sebagai freelancer apalagi ketika Anda memiliki kemampuan sebagai desainer, writer, atau programmer. Freelance tidak terikat kontrak yang tetap sehingga bisa Anda lakukan kapan saja selama berkuliah.

2. Masak Sendiri

Masak sendiri akan sangat menghemat pengeluaran Anda hingga 2 kali lipat. Perbandingan kasarnya adalah biaya yang Anda keluarkan untuk makan di tempat makan di Jepang sebanyak tiga kali dalam sehari bisa Anda belanjakan untuk membeli bahan-bahan pokok untuk masak selama seminggu. Anda pun bisa mengkreasikan jenis masakan yang simple untuk dibuat dan sesekali Anda bahkan bisa mencoba memasak makanan khas Indonesia ketika merindukan kampung halaman.

3. Hemat Listrik dan Air

Biaya tempat tinggal tidak dibarengi dengan biaya listrik dan air, karenanya Anda juga bisa menghemat pengeluaran dengan bijak memakai keduanya. Sebelum keluar, Anda harus memastikan kalau listrik dan air sudah aman untuk ditinggal. Air keran yang menyala saat ditinggal tentu akan membuat tagihan Anda membengkak. Anda tentu tidak ingin dana pribadi dan pinjaman bank Anda habis dengan sia-sia.

4. Jalan Kaki

Biaya transportasi di Jepang bahkan yang umum cukup mahal bila dibandingkan dengan biaya di Indonesia. Dalam waktu-waktu tertentu pun, transportasi umum bisa saja sangat padat. Dengan sering berjalan kaki, Anda bisa menghemat biaya transportasi sekaligus menikmati keindahan yang ditawarkan oleh Jepang.

S2/S3 di Jepang dengan Pinjaman Bank

Kuliah di Jepang tanpa adanya beasiswa bukanlah suatu hal yang mustahil untuk dilakukan. Sudah banyak pelajar Indonesia yang membuktikan bahwa mereka sanggup melanjutkan pendidikan di negara tersebut dengan dana pribadi. Melakukan pinjaman uang ke bank pun sudah semakin dipermudah saat ini. Anda mungkin ingin mempertimbangkan mendapatkan pinjaman dari DBS KTA

Seperti namanya, KTA adalah dana pinjaman di bank yang diberikan kepada debitur tanpa memerlukan agunan atau jaminan. Menarik bukan? Dengan menggunakan DBS KTA, Anda bisa meminjam dana maksimal 300 juta rupiah dengan bunga flat yang rendah, yaitu mulai dari 0,88% per bulannya. Anda juga dapat mencicil pembayaran pinjaman sampai 36 bulan. 

Persyaratan pengajuan DBS KTA pun cukup mudah. Anda hanya harus bisa memberi kepastian bahwa Anda berdomisili di Jabodetabek, memiliki e-KTP dan NPWP, memiliki penghasilan minimal 5 juta, serta sudah memiliki kredit bank lain dengan limit minimal 10 juta.

Setelah melihat ulasan ini, Anda mungkin akan lebih yakin dan siap untuk melanjutkan S2/S3 di negeri sakura. Dengan adanya pinjaman bank dari DBS KTA dengan semua keuntungannya, Anda sudah bisa mulai membuat rencana studi di Jepang serta rencana biaya dan akomodasi yang diperlukan untuk bisa kuliah dengan lancar di universitas impian Anda di Jepang. Informasi lebih lanjut mengenai DBS KTA dapat dilihat di sini.


Posting Komentar untuk "Strategi S2/S3 di Negeri Sakura Tanpa Beasiswa"