Widget HTML Atas

5 Langkah Cara Mengatasi Depresi Pada Diri Sendiri. Apa Saja Itu?

Cara mengatasi depresi. Kamu merasa tertekan ketika tugas datang bersamaan hingga kewalahan? Atau kamu suka merasa kesedihan berlarut-larut, murung, merasa bersalah, gagal  dan tidak minat pada hal yang sebelumnya begitu kamu sukai? 

Jika yang pertama terjadi, bisa jadi kamu hanya sedang stress saja tapi kalau yang kamu rasakan seperti situasi kedua kemungkinan kamu sedang mengalami yang namanya depresi.

cara mengatasi depresi
Foto : Pixabay

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang ditandai dengan perasaan sedih terus-menerus, kehilangan minat untuk beraktivitas dalam jangka waktu yang lama.

Jika benar ini yang terjadi, beberapa langkah berikut ini bisa bantu saat mengatasi depresi, yakni:

1. Terima Kenyataan

Beberapa orang yang mengalami depresi tidak menyadari situasi yang sedang mereka hadapi. Mereka enggan mengakuinya dan berpikir bahwa dia baik-baik saja. Alasan lain menolak karena malu akan pandangan orang lain terhadap mereka. Takut dibilang gila, padahal gila dengan depresi sangat beda jauh lho!

Jadi jika ingin segera pulih, terlebih dahulu akuilah bahwa kamu tidak sedang baik-baik saja dan butuh dukungan dan bantuan dari orang lain. Berupayalah bangkit dari depresi yang dialami.

2. Minta Dukungan Keluarga dan Teman

Seseorang yang sedang mengalami depresi akan merasakan kesedihan dan kecil hati yang begitu mendalam dalam dirinya, cenderung menyalahkan diri sendiri. Hal itu akan membuat masalah yang dihadapi semakin runyam seperti benang yang kusut yang tiada ujungnya.

Dengan adanya perhatian dari keluarga dan teman, itu bisa membantu kamu untuk merasa tidak sendirian menghadapi kesedihan,  kata-kata yang menghibur dan anjuran yang penuh kasih dari mereka akan membuat kamu tidak menyerah pada situasi ini.

Maka jangan malu untuk menceritakan apa pun yang sedang kamu rasakan, percayalah mereka ingin melihat kamu seperti sediakala ntah itu gelak tawamu yang ceria atau bahkan celoteh bawelmu.

3. Cari Bantuan Medis

Depresi merupakan penyakit mental dan setiap penyakit perlu obat untuk kesembuhan. Dalam beberapa kasus depresi yang diabaikan dan tidak diobati, bisa mengancam jiwa. Oleh sebab itu perawatan medis jelas sangat diperlukan.

Sebenarnya depresi yang dialami setiap orang berbeda-beda berdasarkan faktor penyebabnya. Beberapa jenis depresi itu seperti depresi berat, gangguan bipolar, distimia, depresi pasca persalinan dan gangguan afektif musiman. 

Tentu dengan bantuan pihak medis yakni dokter bisa mengidentifikasi jenis depresi apa yang dialami, meresepkan obat antidepresi dan menyarankan pengobatan lain yang dibutuhkan. Kadang dokter umum cukup untuk merawat depresi tertentu tapi tidak menutup kemungkinan butuh bantuan spesialis pada beberapa kasus depresi berat.

4. Cari Bantuan Psikologis

Keluarga dan teman yang perhatian kadangkala tidak cukup. Saran teman mungkin baik, tapi sayangnya karena tidak memiliki keahlian dalam bidang itu, sehingga tidak jarang bukannya menyelesaikan masalah malah membuat keadaan semakin rumit.

Oleh sebab itu bantuan dari ahli psikolog perlu dipertimbangkan. Mereka bisa mendengarkan keluhan-keluhan yang kamu sampaikan dan memberikan saran berdasarkan ilmu medis yang terukur dan tepat.

Salah satu tempat yang paling praktis untuk konsultasi adalah Riliv. Riliv adalah aplikasi kesehatan mental pertama di Indonesia memberi solusi overthinking, kecemasan dan depresi. Caranya mudah langsung download di Play Store smartphone kamu.

Sampaikan secara terbuka hal yang kamu rasakan, kesedihan, impian dan apapun agar mereka bisa solusi yang tepat dan mempercepat kamu bebas dari depresi. Jangan malu, ingat ini menyangkut dirimu, kebahagiaanmu dan masa depanmu.

5. Ikuti Saran dan Pengobatan yang diberikan

Beberapa orang yang telah mendapat perawatan medis merasa bahwa dirinya sudah sehat padahal proses perawatan masih terus berlanjut. Sebagian berhenti sebelum pengobatan selesai dan dinyatakan sehat sepenuhnya. 

Jika merasa seperti itu, sikap terlalu percaya diri seperti itu tidak baik. Kenapa? Pengobatan yang tidak tuntas tanpa konsultasi dengan dokter bisa berdampak lebih serius dari sebelumnya lho!

Ya, perasaan depresi yang berkepanjangan sangat menguras mental, emosi dan fisik. itu adalah masa-masa yang sulit dan menyakitkan bagi penderitanya. Oleh karena itu, segera cari cara mengatasi depresi tersebut. Cari bantuan jangan menyendiri dan terakhir jangan menyerah!







36 komentar untuk "5 Langkah Cara Mengatasi Depresi Pada Diri Sendiri. Apa Saja Itu?"

  1. depresi memang jangan sampai ditinggal sendirian, krn akan jd overthinking dan ga baik bagi kesehatan mentalnya.
    terima kasih untuk pengingatnya ini mbak yanti, semoga teman2 yg nantinya mampir ke sini bisa mendapatkan pencerahan dan minta bantuan ke tempat yg tepat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak, betul banget kadang penderitanya tertutup dan tidak mau cerita

      Hapus
  2. Saya pernah berada di titik depresi, dan kalau mencari solusi kpd teman atau keluarga yg dipercaya memang bisa meringankan rasa depresi

    BalasHapus
  3. Banyak yang mengambil jalan terakhir itu biasanya kan mereka ga ada teman atau tempat untuk bercerita dan mengadu ya.
    Itulah manfaatnya kita konsultasi kepada psikologi atau orang yang bisa dipercaya.
    Saya sendiri sebagai muslim, lebih suka bercerita dan mengadu kepada Sang Pencipta sekaligus selalu bersyukur atas apapun yang kita terima...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, cara termudah memang curhat ke Pencipta ya mbak, karna dia lebih mengenal hati dan pikiran kita. setuju banget mba

      Hapus
  4. wah..aku baru tahu nih tentang Riliv -aplikasi kesehatan mental- ini. Bagus ya, ada app yg bisa mendukung seseorang untuk menjaga ataupun memperbaiki kesehatan mentalnya. Terima kasih infonya mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mba, langsung aja unduh di Play Store. Sangat berguna banget menurut aku sih

      Hapus
  5. so far usulan di atas itu memang benar. Sedikit cerita bahwa saya pun pernah menjalani pengobatan dalam mental ilness. Penerimaan terhadap diri sendiri menjadi hal yang utama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitukah mba? Jadi menjalani terapi ke spesialis solusi terbaik ya

      Hapus
  6. terima kasih mbak tips langkah mengatasi depresi. kadang kita ga tau harus gimana ya waktu depresi atau kita gaktahu kalau lagi stresss. jadi memang penting banget membaca ini agar pada saat itu tiba, kita paham harus gimana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mba, senang sekali jika bermanfaat pada semuanya

      Hapus
  7. Gangguan mental terkadang tidak disadari oleh penderitanya. Memang sangat butuh kesadaran diri untuk memahami lebih dalam kondisi kita ya. Tipsnya mantul banget mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks mba, betul banget tanpa kesadaran itu sangat susah sekali pengobatannya

      Hapus
  8. Terima kasih informasinya mba, di masa pandemi yang hampir semuanya sulit ini, pastinya yang banyak yang mengalami depresi, semoga artikel ini bisa membantu yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mba, senang sekali jika artikel ini bermanfaat bagi sesama :)

      Hapus
  9. indeed mbaa.. banyak tekanan yang kita hadapi di saat seperti sekarang ya. Ditambah kita tidak bisa bersosialisasi dengan baik huhuhu. Just make sure we get help when needed

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya betul banget, pandemi dan social distancing bisa jadi salah satu pemicu depresi ya mba

      Hapus
  10. Setuju banget sama poin2 di atas, cuma terkadang jika ngobrol sama penderita depresi kenyataannya mereka bener2 kesulitan, bingung, ga tau mesti kemana dan ngapain. Soalnya aku pernah dititik itu juga. Pada waktunya nanti, jika bener2 sudah menerima kenyataan, pasti akan terbuka peluang, perlahan-lahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya memang agak ruwet ya mba, kadang perasaan malu dan pandangan orang lain yang tidak begitu paham situasi malah memberi tanggapan ya gak tepat bisa tambah memperumit keadaan

      Hapus
  11. Sedih ya kalau udah sampai sedih terus-terusan. Dan bahaya kalau sendirian. Lebih baik betul banget cari bantuan secara medis dan psikologis untuk pertolongan untuk kita sendiri. Penguatan dari keluarga juga penting. Jangan terlalu larut dalam kesedihan intinya ya mba. Harus segera bangkit dan percaya bahwa kita bisa melalui semua ini. Badai pasti berlalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget mba, makanya dengan adanya aplikasi riliv ini saya pikir sangat membantu karna lebih mudah dapat akses ke Psikolog

      Hapus
  12. Depresi berkepanjangan memang membuat segalanya tidak nyaman, bahkan emosi kadang susah dikendalikan. Kalau sudah begitu pasti seseorang yang mengalami depresi akan mencari pelampiasan. Inilah yang membahayakan dirinya. Memang peran keluarga menjadi salah satu cara menurunkan tingkat depresi, selain beberapa faktor lain. Namun dengan berserah diri kepada Allah, menerima kenyataan yang ada dalam diri kita, ikhlas, InshaAllah depresi itu bisa diatasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya betul mba, mendekatkan diri kepada Sang Khalik ada solusi tercepat dan praktis. Rasanya kalau sudah berdoa itu perasaannya adem banget, selebihnya ke Psikolog untuk terapi yang lebih lengkap

      Hapus
  13. Penanaman agama dalam tatanan konsep dan aplikasi perlu ditanamkan pada anak-anak kita dari sejak dini. Insya Allah depresi tidak akan terjadi karena bergantung pada yang Maha Kuat akan terbawa kuat. Mungkin itu pengalamanku yang sangat tertanam dalam diri hingga dalam mendidik anak pun yang pertama aku tanamkan itu.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget mba, sedari dini anak-anak perlu ditanamkan konsep ini, niscaya lebih mudah menangani masalah jika itu terjadi

      Hapus
  14. Kalau aku biasanya yang nomor dua, mengungkapkan dan minta bantuan kelaurga, suami, dan teman. Agar tidak salah mengambil keputusan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keterbukaan dengan anggota keluarga perlu banget ya

      Hapus
  15. Noted mba. Masalah depresi ini tidak bisa dianggap sepele ya, karena efeknya juga besar untuk penderitanya. Alhamdulillah kalau saya masih bisa menahan semoga bisa terusss

    BalasHapus
  16. Salah satu jalan keluar depresi yang pernah aku rasakan adalah mencari komunitas (means teman) yang bisa membantu ((atau setidaknya mendengar)) apa yang kita rasakan.
    Dan aku suka banget jika kita saling mendukung tanpa judgement terhadap seseorang yang memiliki hal seperti depresi ini,

    Pasti berat melewatinya..
    dan yang bisa kita bantu adalah sebuah doa dan telinga untuk mendengar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mba dukungan tanpa judgement itu sangat memudahkan penderita depresi saat mengungkapkan isi hatinya dan itulah perlu banget memilih teman curhat yang pengertian

      Hapus
  17. Depresi adalah gangguan yang tidak tampak, tetapi kita tak boleh membiarkannya tumbuh subur pada diri sendiri.
    Salah satu yang paling sering saya lakukan saat mulai merasa gelisah adalah lebih banyak beribadah, mendekatkan diri kepada Tuhan. Selain itu mencari komunitas yang sefrekuensi, salah satunya komunitas menulis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi gejala diawal sebenarnya mudah ya dideteksi ya, rasa gelisah dan tidak nyaman mestinya itu warning bahwa ada yang tidak beres dalam diri kita. Makasih ya masukannya

      Hapus
  18. Depresi juga ga bisa self diagnosa. Harus profesional yang mendiagnosa. Karena bisa aja stres ga sampai depresi. Atau gangguan mood misalnya. Ada banyak macamnya. Dan saya sepakat dengan tulisan ini, harus cari bantuan medis dan psikologis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bantuan medis perlu banget ya karna mereka sudah terbiasa menangani situasi tersebut jadi lebih solutif dan praktis. Makasih masukannya ya mba

      Hapus

Posting Komentar

Silahkan komentar dengan bijak dan sesuai topik bahasan. Terimakasih!