Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review Aplikasi Audiobook Storytel, Dibacain Buku Sama Dian Sastro Mau?

"Kalau olahraga penting bagi tubuh maka membaca penting bagi pikiran".

"Semakin aku banyak membaca, semakin banyak aku berpikir; makin aku banyak belajar, aku makin sadar bahwa aku tak mengetahui apa pun." - Voltaire

Kata-kata mutiara di atas adalah benar adanya. Banyak manfaat yang didapat dengan membaca. Setidaknya ada 10 manfaat membaca buku antara lain :

  • Membaca memperkaya wawasan dan pengetahuan
  • Membaca membantu mengurangi stress
  • Membaca menstimulasi mental dan mencegah penyakit alzheimer dan demensia
  • Membaca meningkatkan daya ingat
  • Membaca menambah perbendaharaan kosakata
  • Membaca merangsang ketrampilan berpikir kritis
  • Membaca membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi
  • Membaca meningkatkan ketrampilan menulis 
  • Membaca sebagai media hiburan
Storytel
Foto : dok. Pribadi

Saya ingat sekali almarmumah ibu mertua, salah satu bukti yang saya saksikan sendiri manfaat dari punya kebiasaan membaca sejak muda. Diumurnya yang terbilang cukup tua dia seperti ensiklopedia berjalan, hampir semua dia tahu. Mulai dari khasiat tumbuhan yang dia ditemukan di pingggir jalan hingga ayat-ayat kitab suci yang tebal itu dia ingat semuanya. Atau para Oma dan Opa lansia dalam komunitas saya bergabung, jangan tanya usia mereka berapa mulai dari usia 70 hingga 82 tahun tapi daya ingat mereka luar biasa. Bye-bye alzheimer dan demensia! Mereka bilang salah satu faktornya karena rutin membaca sejak usia muda hingga sekarang.

Sayangnya, meskipun banyak sekali hal positif yang diperoleh dari kegiatan membaca, tidak semua orang hobi membaca. Menurut data UNESCO menunjukkan bahwa Indonesia berada diurutan kedua paling bawah atau di atas Bostwana (61) sebagai urutan terakhir atau hanya 0.001% saja terkait minat baca. Bisa disimpulkan bahwa dari 1000 orang penduduk indonesia hanya 1 orang yang suka membaca. Sungguh memprihatikan ya!

Menariknya, Indonesia berada diurutan kelima di dunia kepemilikan gadget atau sekitar 60 juta orang Indonesia punya gadget dan diperkirakan akan menjadi pengguna aktif smartphone setelah Cina, India dan Amerika. Wow luar biasa banget!

Kembali kesoal membaca, seiring perkembangan zaman metode membaca mengalami perubahan lho! Mulai dari membaca buku secara fisik lalu ke e-book dan terakhir yang lagi tren saat ini adalah audiobook. Karena dinilai lebih praktis dijaman yang serba cepat ini.

Audiobook terdiri dari dua kata yaitu audio artinya suara dan book artinya buku. Jadi audiobook adalah buku yang dibuat dalam bentuk suara berupa text book, novel fiksi dan lain-lain.

Salah satu rekomendasi audiobook Indonesia yang terbaru saat ini adalah aplikasi audiobook Storytel. Sekedar informasi, peluncuran Storytel di Indonesia baru saja digelar pada Jumat, 11 Maret 2022 lalu dimana Indriani Widyasari sebagai Country Manager Storytel Indonesia.

Lalu kenapa aplikasi audiobook Storytel layak dijadikan alternatif baca buku online kamu?
Berikut ini saya kupas tuntas ya!

Storytel Cara Membaca Gaya Baru

Sebenarnya audiobook Indonesia yang beredar itu banyak sekali ada yang berbayar dan ada juga audiobook gratis. Untuk yang gratis tentu saja jangan berharap bisa membaca buku best seller ya. Hihihi.

Keunggulan Storytel Audiobook 

Nah, apa sih kelebihan menikmati buku di Storytel? Berikut ini saya tunjukkan ya.

1. Lebih praktis 

Saya ingat awal pandemi saya beli 6 eksemplar buku, semua merupakan buku best seller yang sudah lama saya taksir dan juga rekomendasi buku dari seorang teman facebook. Maklumlah situasi saat itu semua serba simpang siur, jadi saya pikir kalau terjadi lockdown saya sudah punya amunisi penghilang stress. Ternyata tidak sampai terjadi hal yang menakutkan itu. Bersyukur banget! 
audiobook indonesia
Foto : dok. Pribadi

Lalu apa kabar dengan buku-buku yang saya beli itu? Maafkan saya karena alasan kesibukan dan juga lebih suka pakai gadget untuk mereka sementara sebagian masih terbungkus rapi dan lainnya  belum selesai saya membacanya.

Sejujurnya, yang paling agak merepotkan dengan baca buku fisik itu tidak fleksibel. Beda halnya dengan audiobook Storytel cukup dengan menggunakan smartphone saja sudah bisa dinikmati kapan saja dan dimana saja baik saat santai, teman diperjalanan, saat olahraga bahkan sambil merem juga bisa. 

Kemudahan dalam mengakses sambil melakukan aktivitas lainnya inilah yang membuat audiobook semakin disukai oleh pencinta buku. Jadi sambil menyelam minum air gitu. Dengarkan novel fiksi Selamat Tinggal, Negeri Lima Menara atau Divortiare sambil masak  oke-oke saja. Juga saat nyuci baju biar gak terasa lama dan tetap semangat sambil dengarkan audiobook Mariposa bisa dipertimbangkan. Hahaha.

2. Perpustakaan buku yang lengkap dengan berbagai genre

Storytel memiliki hampir 150 ribuan buku dari berbagai genre dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Untuk membuka wawasan ada yang bertema sejarah seperti Sapiens, kategori fantasi dan fiksi ilmiah seperti Game of Thrones,  genre remaja misalnya The Hunger Games atau Dilan dalam bahasa Indonesia, genre romantis seperti Divortiare, genre thriller contoh Mariposa, novel fiksi seperti Selamat Tinggal, Negeri Lima Menara. 

Selain itu puisi, cerpen, pengembangan diri, kategori bahasa, buku anak, biografi, kriminal, agama dan spiritual, semua tersedia. Kalau dipikir-pikir, di Storytel pendengar  memungkinkan melatih kemampuan bahasa inggrisnya seperti listening, vocabulary dan speaking.

3. Buku Best Seller

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa koleksi perpustakaan buku di Storytel itu sangat banyak termasuk buku best seller. Beberapa rekomendasi buku seperti Harry Potter audiobook yang saat ini pencarian di internet masih termasuk tinggi, lalu buku ilmu pengetahuan Sapiens, Game of Thrones, Hunger Games atau cerita si Dilan yang sempat booming beberapa tahun lalu.

Tidak hanya itu, Storytel juga bekerjasama dengan penulis terkenal indonesia Dewi Lestari, Tere Liye, Asma Nadia, Ahmad Fuadi, Ika Natassa, Habiburrahman El Shirazy dan lainnya.
 
4. Narator publik figur

Yang paling menarik bukunya dinarasikan oleh publik figur aktor dan aktris terkenal seperti Fedi Nuril, Dian Sastrowardoyo, Adinia Wirasti yang kita tahu mereka punya kemampuan seni yang mumpuni. Jadi gaya membacanya lebih hidup, nadanya pas, artikulasinya jelas sehingga enak didengar dan dipahami.

5. Fitur pendukungnya lengkap 

Selain tampilannya yang mobile friendly, beberapa fitur pendukung yang bikin membaca dan mendengar audiobook di Storytel semakin menyenangkan adalah berikut ini : 

 a. Fitur pada aplikasi

Pendengar/pembaca bisa memilih untuk :
  • Bisa simpan audiobook dan ebook secara offline dengan mengunduhnya terlebih dahulu dan tersimpan di rak buku
  • Adanya mode anak untuk menyeleksi buku-buku yang termasuk kategori anak saja. Jadi lebih aman untuk si kecil.
  • Fitur target mendengarkan untuk menentukan berapa banyak buku yang akan dibaca atau didengar dalam kurun waktu tertentu
  • Kolom ulasan dan komentar untuk memberikan pendapat terhadap buku tersebut atau juga melihat ulasan pengguna lain. 
  • Link share untuk mengundang teman mencoba Storytel
  • Tombol pencarian untuk mencari buku yang hendak dibaca atau didengar lebih cepat 
fitur aplikasi audiobook Storytel
Foto : dok. Pribadi
 b. Fitur pada pemutar

Khusus untuk player audiobook bisa mengatur seperti :

  • Sleep timer - menentukan berapa lama audiobook diputar sebelum berhenti sehingga bisa kembali ke bagian tersebut jika terlewatkan atau tertidur.
  • Bookmark - untuk menandai bagian menarik dan memudahkan menemukannya kembali
  • Pengaturan kecepatan - fitur ini berfungsi untuk mempercepat atau memperlambat

 Untuk reader ebook pengguna bisa menggunakan :

  • Pengaturan baca - memilih 3 ukuran teks berbeda, kecerahan layar dan warna latar
  • Atur bookmark - menandai bagian buka yang menarik untuk ditemukan kembali
  • Daftar bab - melihat daftar bab ebook dan memilih salah satu bab untuk membacanya
  • Tombol play - untuk beralih dari membaca ke mendengarkan atau sebaliknya

6. Biaya langganan yang terjangkau

Kecintaan saya pada buku itu sejak masih kecil, bapak yang seorang guru jauh dipedalaman, sebelum membawa buku yang diambil dari dinas pendidikan ke sekolah tempatnya mengajar terlebih dahulu akan dibawa ke rumah, biasanya semua buku-buku itu saya akan baca itu sampai habis. Semoga ini tidak termasuk nepotisme ya, toh disana juga tidak ada yang baca karena muridnya sangat amat sedikit. Anggap saja sebagai privilege sebagai anak guru. Hihihi. Berusaha mencari pembenaran!

Rupanya kebiasaan ini keterusan hingga saya punya anak. Bagi saya bisa beli buku yang harganya puluhan atau ratusan ribu rupiah itu tidak masalah sepanjang itu bagus dan menarik buat saya  atau kalaupun uang tidak cukup saya bersedia menabung demi dia, tapi beli daster yang harganya tiga puluhan ribu saja bolak-balik mikir dan masuk keranjang belanja berbulan-bulan.

Mesti itu baik, karena sebenarnya membeli buku adalah termasuk investasi buat masa depan juga yang ilmunya tidak bisa dicuri oleh orang lain karena melekat dipikiran. Namun saya juga harus bijaksana mengingat biaya hidup saat ini tergolong cukup tinggi, kebutuhan anak-anak yang semakin kesini semakin besar dan sumber pendapatan yang juga tidak tetap, untuk sementara hobi tersebut disingkirkan dulu.

Namun, solusinya selalu ada saja ternyata. Saya berlangganan buku di Storytel  dengan harga murah hanya dengan harga promo Rp 39.000,- saja bebas dengarkan dan baca ratusan ribu buku selama 1 bulan. Bayangkan saja beli satu buku fisik rata-rata harga 60.000 - 200.000-an cukup untuk langganan berbulan-bulan di Storytel.

Agar bisa akses tentunya harus Storytel audiobook download terlebih dahulu. Layanan ini tersedia di  Aplikasi Storytel untuk iOS maupun Aplikasi Storytel untuk Android.

Baca buku Eating Animals di Storytel

audiobook Indonesia Storytel
Foto : dok. Pribadi

Saat pertama kali buka aplikasi Storytel, salah satu rekomendasi buku yang keluar di beranda adalah Eating Animals bisa jadi karna disesuaikan dengan kategori biografi yang saya pilih saat pertama kali isi data profil.

Menarik, akhir mendengarkan buku Eating Animals karya penulis Jonathan Safran Foer ini membuat saya berpikir keras untuk makan sepotong paha ayam yang ada di piring nasiku. Ada rasa geli dan mual gitu. Hahaha. Meskipun kisah yang diceritakan di buku ini latarnya di peternakan pabrik Amerika bukan Indonesia.

Sekedar informasi buku ini dirilis pada 17 April 2013 dan best seller bahkan kalau tidak salah juga ada film dokumenternya. Vaika Putri Andini menarasikan dengan sedikit nada tegas dan tempo yang pas sehingga menggugah untuk didengar hingga akhir.

Buku ini membuka wawasan kita bagaimana  peternakan dunia sebagai penyumbang terbesar 40% pemanasan global dibanding dengan seluruh transportasi di bumi dan kisah-kisah sadis pembantaian yang dilakukan terhadap binatang yang akan menjadi sajian nikmat di meja makan kita jauh dari peternakan tradisional yang cenderung lebih manusiawi.

Praktik lingkungan yang tidak sehat tersebut terutama karena kebutuhan konsumen akan daging cukup tinggi  dengan harga murah sehingga mengharuskan produsen menghasilkan lebih banyak dengan biaya produksi murah tanpa mempertimbangkan kesejahteraan hewan-hewan tersebut.

Meskipun buku ini dituturkan Foer dengan gaya kocak dan jahil, tapi sebenarnya maknanya sangat dalam karna mengandung nilai filosofis makna makanan, harga diri, rasa terima kasih, kegembiraan, balas dendam, agama, rasa malu, teror, sejarah, dan cinta. 

Foer meskipun tidak memprovokasi untuk menjadi vegetarian, tapi dia mengajak kita untuk membuka mata dan memikirkan perjalanan makanan sebelum sampai di hadapan kita, di atas piring kita! Mengajak untuk tidak hidup sesuai kebiasaan tapi penuh kesadaran dan cinta kasih.

Mengingatkan kita, bahwa meskipun manusia memiliki hak istimewa yakni kebebasan untuk memilih makanan apa saja yang ada bumi ini bukan berarti kita layak untuk memperlakukan setiap makhluk khususnya hewan sebagai sekadar santapan atau makanan tanpa menyadari bahwa mereka layak diperlakukan lebih dari korban sajian.

Seserius itu ya! Masih senang dengan chicken nugget murah?

Kembali ke topik audiobook, buat pencinta buku, Storytel ini layak banget buat refensi baca buku online atau offline. Apakah ada yang sedang mencari Harry Potter audiobook, audiobook novel Indonesia? Ke Storytel saja!



39 komentar untuk "Review Aplikasi Audiobook Storytel, Dibacain Buku Sama Dian Sastro Mau?"

  1. Aku sudah pakai mbak..asyiik memang, kayak di dongengin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus ya kan mba. Alternatif buat baca buku bagi yg sibuk

      Hapus
  2. Aplikasi audiobook stories ini sangat membantu untuk bisa tetap memiliki bacaan berkualitas kapan pun dan dimanapun.
    Dengan harga yang cukup kompetitif dan manfaat yang maksimal rasanya sayang banget bila masyarakat tidak mendapatkan imfo tentang aplikasi ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget mba,, seharusnya tidak ada alasan lagi gak bisa baca karna harga buku yg mahal

      Hapus
  3. Saya sudah install aplikasi ini di hp saya kak Yanti.
    Tapi yang gak enaknya tu, selesai satu buku itu jadi lama.
    Untuk 500 halaman misalnya dia bisa lebih dari 10 jam membacakannya.
    Sedangkan kalo dibaca sendiri, gak sampe sehari juga selesai.
    Tapi aplikasi storytel ini, enak juga buat yang pengen mengistirahatkan mata dan rileks.
    Yang penting jangan minta dibacain yang serem-serem, karena bukannya rileks, tapi jadi kocar kacir karena tambah serem kalo dibacain kwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kak Vivi selalu update ya, sebenarnya ada fitur mengatur waktu baca kak

      Hapus
  4. Storytel ini bermanfaat banget untuk org2 yg gk hobi baca. Tinggl dengerin aja plus bisa nyambil2 Pas dengerinnya... Boleh dicoba ni skali-kali klo lg mager baca...😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya apalagi buat yg gaya belajarnya auditori pas banget

      Hapus
  5. Ini kita seperti dengerin lagu gitu ya, kak?

    Memang sih minat baca orang Indonesia paling minim tapi soal gadget nomor satu. Hahaha

    Tapi bukankah membaca lebih baik dari pada mendengarkan ya, kak? Ya meski demikian, dengan adanya Audiobook ini, bisalah membantu kalau lagi malas membaca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Membaca gaya baru bang Alfie, apalagi buat yang sibuk bisa dengar buku sambil beraktivitas lain

      Hapus
  6. wuah, kayaknya bisa saya coba nih. Jadi pengen deh berasa baca buku sambil beberes rumah. Dapat ilmunya, kerjaan rumah pun beres. Keren-keren, membaca tidak hanya dengan mata saja, tetapi juga bisa dengan telinga.

    BalasHapus
  7. Keren banget aplikasi storytel ini. Jadi kayak dengerin cerita di radio gitu ya kak? Pengen cobain ah.. Etapi, buat beberapa orang nggak ada yang bisa menggantikan harumnya lembaran kertas pada novel yang dibaca, hehe..

    BalasHapus
  8. Membaca fakta soal peternakan dampaknya ngeri jadi merasa bersalah udah lama makan ayam

    BalasHapus
  9. Seru bgt ya pake storytel, ngebantu bgt buat yg ngerasa ga pnya waktu baca buku, bisa dengerin sambil ngerjain domestikan

    BalasHapus
  10. dengan Storytel kita bisa 'baca buku' sambil merem ya :D :D

    solusi buat saya nih yang harus baca buku tapi gak nguat ngantuk

    jadi minta ttolong Dian Sastro untuk bacain :D :D

    BalasHapus
  11. Audiobook storytell ini mampu meningkatkan khasanah literasi. saya belum memiliki, membaca reviewnya multi manfaat

    BalasHapus
  12. Abis baca judulnya langsung jawab, "Mauuuuuu." Hehehe. Masih terngiang generasi AADC, dengerin Disas bacain puisi Aku dan nyanyi puisi di kafe sama Rangga. Dudududu. Suaranya enak.

    BalasHapus
  13. Biasanya saya baca buku dengan buku fisik, tapi penasaran juga kalau dibacakan bukunya dengan storytel nih hihi.

    BalasHapus
  14. Waw, keren ya aplikasi ini, menyuguhkan cara baru untuk menikmati buku, jadi bisa disambil beraktivitas lainnya, tinggal pasang earphone, enjoy deh bukunya

    BalasHapus
  15. Storytel aplikasi favoritku ini , di kala udah jarang lagi beli buku karena harganya yang melambung di toko buku hehehe

    BalasHapus
  16. Nggg nganu.. ada pilihan dibacakan sama Nicsap gak? Wkwkwk.
    Dasar banyak mau saya inihh.. dengerin audiobook ini padahal udah jadi solusi banget buat mereka eh saya, yang selalu ada alasannya gak jadi-jadi baca buku. Si yang selalu beli buku dengan alasan nanti deh dibaca, dibaca pas waktu luang, nyatanya plastiknya dibuka aja belum. Udah deh, gak usah maksa, dengerin audiobook aja gih..biar gak merasa berdosa-berdosa amat si buku. Hihihi
    *ngomongsamadirisendiri

    BalasHapus
  17. Aih jadi doyan nih dengerin dian sastro , kemaren liat dia jg info ttg storitell dan dia bacain buku dunia sophie donk. Wihhh kerenn.

    BalasHapus
  18. Audiobook sekarang nggak cuma untuk bacaan ringan sih. Buku2 pengetahuan anakku juga mulai ada yg berupa audiobook. Asik banget ya kalau dibacain Dian Sastro. Kalau di film itu, dia baca puisi juga bagus banget.

    BalasHapus
  19. Senang banget ya kalau punya storytel karena berasa ada asisten yang lagi bacain buku. Apalagi langganannya murah dan terjangkau banget mbak. Jadi pengen tahu berbagai koleksi storytel.

    BalasHapus
  20. Aku juga sudah pakai aplikasi Storytel ini. Seneng deh bisa sambil dengerin cerita dan ngerjain kerjaan rumah yang gak kelar-kelar itu. Hahaha.. Untuk buku non fiksi aku sering dengerin buku tentang belajar bahasa gitu. Mulai dari bahasa Inggris sampai belajar bahasa Korea juga ada.

    BalasHapus
  21. wow jadi ada suara Dian Sastro nih di storytel, menarik juga yaaaa, selain kita bisa menikmati buku sambil beraktivitas lain, ini jadi cara baru yaaa unik untuk membaca buku

    BalasHapus
  22. Ealah, naratornya ternyata bisa selebritis atau publik figur ya? Makin senang dong ini secara bisa didongengkan oleh mereka, hehehe...
    Makin senang aja nih punya aplikasi storytel di gadget kita

    BalasHapus
  23. Seru banget dibacain artis xixixi,ini aplikasi keren ya salut sama ide dan pembuatnya jadi solusi buat yg ga sempet baca sendiri hehe....

    BalasHapus
  24. Storytel ini aplikasi yang cocok buat mereka yang susah menyediakan waktu untuk membaca tapi ingin sekali memahami isi buku ya mbak. Praktis bisa diakses di manapun bahkan sambil mengerjakan aktivitas lain. Jd pengen langganan jg :D TFS

    BalasHapus
  25. Aku juga termasuk penumpuk buku nih, kalau ada yang bagus langsung beli, bacanya entaaahh... Kadang karena kesibukan sehari-hari, jadi misal mau mantengin buku secara khusus gitu susah banget deh alokasi waktunya. Storytel ini bisa jadi jawaban agar semangat membaca kembali naik ya. Tetap menikmati bacaan dengan cara yang lain, bisa sambil mengerjakan hal-hal yang lain.

    BalasHapus
  26. semakin canggih sekarang baca jadi lebih enak bisa diperdengarkan ya Kak, aku penasaran banget jadi bisa disambi-sambi dengan mengerjakan pekerjaan rumah ya. Jadi macam kek siaran radio gitu.

    BalasHapus
  27. Aku sudah mendengarkan dibacakan buku dari pengarang kesukaan saya. Senangnya ada sensasi mendengarkan yang menyenangkan. Apalagi ini bisa dilakukan di sela kegiatan ya mba

    BalasHapus
  28. Sadar betul, semakin banyak membaca maka akan semakin banyak berpikir dan semoga bisa membawa ke dalam kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.
    Salah satu platform yang aku suka baru-baru ini, Storytel.
    Bisa diakses di beberapa gadget sekaligus dan bisa mendengarkan buku favorit yang sedang dibutuhkan oleh jiwa-jiwa yang lapar.

    BalasHapus
  29. saya juga suka dengan Storytel ini, banyak ya pilihan bukunya apalagi ada kesukaan saya Harry Potter. Jadi bisa santai sambil dengerin audiobook di Storytel

    BalasHapus
  30. Rame juga yang review audiobook ini. Menarik ya aplikasinya. Aku pengen download deh.

    BalasHapus
  31. Wow enak banget sambil masak atau sambil ngurus bunga bs tetap upgrade wawasan dg baca bk yaa

    BalasHapus
  32. Storytel ini evolusi membaca buku yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat milenial ya mbak. Apalagi sekarang banyak buku bagus yang bisa didengarkan

    BalasHapus
  33. Sudah pake dongg. Storytel ini jadi solusi banget buat saya yang suka mati gaya klo lagi dalam perjalanan soalnya ga bisa scroll ponsel atau baca buku di mobil. Suka pusing dan mual. Sekarang cukup pasang headset dan mendengarkan buku pake aplikasi Storytel

    BalasHapus
  34. Memang ada orang yang lebih suka mendengarkan lewat audio daripada membaca sendiri dari buku. Lebih gampang keinget katanya. Anakku yang kedua juga begitu cara belajarnya, dibaca keras biar lebih mudah diingat. Aplikasi ini sangat membantu kebutuhan orang dengan kecerdasan audio seperti ini.

    BalasHapus