Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Blogger, Prioritas dan Rasa cukup

Blogger, Prioritas dan Rasa Cukup

Selamat Hari Blogger Nasional 27 Oktober 2020!

Ngomong-ngomong soal tanggal, jadi teringat kalau sebulan lagi perpanjangan domain dan itu berarti blog saya sudah 2 tahun. Umur yang masih mudah! 

Blogger yanti Ani

Masih seumur jagung dan kalau dibandingkan dengan umur manusia, posisinya bayi 2 tahun, sudah jalan tapi tertatih-tatih dan bicara pun sangat cadel karena kemampuan sensorik dan kognitif yang belum matang dan perbendaharaan kata yang masih sedikit.

Tidak, tidak!

Saya harus bersikap positif, memandang sesuatu dengan optimis! Setengah gelas penuh!

Blogger

Ya, selama 2 tahun betapa banyak pengetahuan yang saya dapatkan dan lingkaran pertemanan yang luas terutama sesama blogger.

Para blogger adalah orang-orang yang berpikiran luas. Saya yakin itu!

Contohkan saja selama pandemi Covid-19 ini, terlihat jelas bedanya antara blogger versus masyarakat luas. Bisa jadi karena blogger sering mengupgrade ilmunya jadi statement yang mereka sampaikan juga lebih kefakta daripada hoax dan nyinyir.

Meskipun ada segelintir blogger. Ya, segelintir! Sedikit. Optimis lagi.

Cerita terkait pandemi, selama masa yang sulit ini tapi bagi saya malah peluang lebih terbuka lebar. 

Kelas-kelas online yang gratis dan berbayar saya ikuti. Sesuatu yang sangat-sangat jarang sebelumnya. Dan ini, saya suka banget, kenapa? Secara saya ini termasuk tipekal orang mager alias malas gerak tapi kemauan belajar dan menambah pengetahuan tinggi. Jadi kelas online adalah favorit saya. 

Entah, bersyukur atau bagaimana, pandemi punya andil yang sangat besar untuk mempercepat cara belajar dari online, meskipun saya sebelumnya pernah memprediksi dengan meningkatnya penggunaan internet diberbagai bidang, kedepan sistem belajar mengajar kita akan lebih berbasis online.

Tapi yang terjadi melebihi ekspektasi, luar biasa!

Saya sangat senang walaupun banyak pihak yang agak kewalahan untuk beradaptasi, tapi bagi kami sebagai keluarga yang menganut home education / homeschooling sejak 2012, peristiwa ini suatu berkah!

Sorry! Saya empati dengan teman-teman lain tapi sebelumnya pengakuan belajar di rumah masih sangat rendah dan negatif di masyarakat, tapi dengan sistem belajar online disekolah-sekolah karena situasi sekarang ini, semakin meyakinkan kami bahwa pilihan kami untuk menerapkan sistem pembelajar mandiri sudah tepat.

Hal apa lagi ya yang saya dapatkan sebagai blogger selama pandemi ini?

Dunia blogging gak jauh dengan influencer. 

Ya, dengan ngeblog dapat beberapa job yang bagi sebagian orang menganggapnya receh, tapi bagi saya pribadi ini adalah rejeki yang patut disyukuri. 

Meski jauh dari pendapatan teman sesama blogger, tapi tetap saya syukuri minimal kebutuhan data internet saya tercukupi, bisa bayar domain dan tidak perlu mengeluarkan uang dari kantong pribadi, lumayan dananya bisa dialokasikan buat kebutuhan lain atau investasi emas ala emak, sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit. 

Prioritas 

Lingkaran pertemanan dan informasi yang selalu update, salah satu manfaat dari ngeblog. Acungan jempol 2 untuk mereka, saya rasa tidaklah cukup, andai punya lebih saya akan berikan. 

Betapa tidak, semangat untuk maju mereka amazing banget. 

Ada yang memulai usaha baru dengan berbagai marketing terkini, ada juga mulai fokus menekuni blogging secara profesional semisal belajar SEO, mengoptimasi media sosialnya sebagai sumber rejeki bahkan banyak juga yang ikut lomba dan keluar sebagai juara. Energi mereka luar biasa sekali!
Berteman dengan tukang minyak wangi kita akan ikut wangi, berteman dengan tukang minyak lampu kita akan ikut bau minyak lampu. 

Seperti perumpamaan di atas, energi dari teman sesama blogger menular juga ke saya. Semangat untuk lebih maju. Mengikuti jejak mereka. Belajar dan mencoba dari sana sini.

Hingga disuatu kesempatan, saat punya waktu untuk flashback sejenak. Saya merasa kewalahan, terutama bagi waktu antara blog, keluarga dan satu hal utama lainnya.

Satu hal yang saya sadari, bahkan itu sudah dari dulu sekali, untuk menjadi diri sendiri. Setiap orang punya targetnya sendiri. Cocok buat orang belum tentu untuk kita pribadi. Mengingat kembali tujuan awal saya untuk masuk ke dunia blogging ini. Bahasan ini pernah bahas di sini!

Rasa Cukup

Saya sadar betul bahwa saya tidak begitu suka kompetisi, that's way untuk kegiatan lomba saya sangat jarang berpatisipasi.
@yantianiz

##gerakdirumah ##bahagiaitucukupsederhana ##janganlupabahagia ##janganlupabersyukur

♬ Dj Play Date - haristeutic ✨

Saya juga tidak begitu suka dengan berargumen walaupun dulu debat itu sangat menantang adrenalin saya, rasanya membuka mulut saja sekarang sudah sangat berat. 

Saya tahu bahwa ini salah satu sisi buruk saya, kebanyakan menjadi si silent reader di grup-grup WA atau komunitas yang diikuti. Saya lebih senang menyimak dan mengikuti perkembangan yang terjadi. Maafkan saya ya teman-teman! Tapi percayalah saya bukan orang yang sombong tapi baik hati :)

Masalah uang, saya juga tidak begitu terlalu ambisi mendapatkannya. Keluarga saya biasa saja, saya selalu bilang ke suami bahwa tidak ingin kaya tapi juga tidak ingin miskin. Sederhana saja!

Pasang surut dalam mengarungi kehidupan, jatuh bangun dalam usaha, memulai dari nol dan harus jatuh lagi dan mulai lagi telah mengajar saya makna sebuah kebahagian dan kepuasan. 

Semakin kamu kejar semakin banyak pengorbanan dalam meraihnya, seperti kata seorang teman dunia ini semakin diminum semakin haus atau bagai menjangkau langit semakin diraih semakin tinggi. Bagi sebagian orang, itu tantangan yang perlu ditaklukkan, tapi entahlah aku sendiri merasakan cukup.

Job blogger juga begitu, dapat syukur gak dapat tak apa. Bahagia melihat pencapaian teman, tapi juga bahagia dengan pencapaian diri sendiri. Iri go away!

Ya, pandemi membuat saya lebih banyak waktu untuk merenung dan memantapkan kemana arah kaki melangkah, kapan harus beristrahat untuk bernapas atau malah berhenti sama sekali dan berkata cukup!

 

31 komentar untuk " Blogger, Prioritas dan Rasa cukup"

  1. Suka dan sangat setuju sekali dengan poinnya kak.

    Karena daku juga termasuk yang suka belajar sekaligus mager kondisi hari ini cukup menguntungkan untuk mendapatkan berbagai Insight.

    BalasHapus
  2. Mantap, kata-katanya benar-benar menyentuh hati. Semakin dikejar, ah semakin kesulitan meraihnya. Kadang saya bingung nih harus apa. Begitu sih keseringan. Namun lebih banyak bersyukur saja atas apa yang dipunya. Selamat hari blogger nasional.

    BalasHapus
  3. Quote yang ada dalam tulisan ini pegangan Saya jugag.. syukur masihh dikasi kesempatan terus sama yg Maha Kuasa dpt lingkungan pertemanan yang cerdas Dan positif.. keren kak.. inspiration tulisannya

    BalasHapus
  4. Mantap ini, Kak Yanti... Jadi diri sendiri begitu nikmatnya ya kan... Itulah bahagia yg hakiki. Gak terpengaruh dg pencapaian org lain, namun juga mensyukuri berada dalam lingkaran orang² yg positif. Eittt bukan positif Coronce yak, tp positif dalam mandang segala sesuatunya. Met hari bloger yaa, sukses selaluu

    BalasHapus
  5. Rasa cukup itu agak susah dipelajari beruntung kaka udah merasakannya.

    BalasHapus
  6. Yes kak..
    Awak juga lebih suka Mudita kalo liat orang lain.
    Mudita tu ikut bahagia dengan kebahagian orang, dengan keberhasilan, dengan pencapaian mereka. Rasanya ikut seneng.

    BalasHapus
  7. Umur Blog kak Yanti udah hampir 2 tahun ya... Umur blog saya juga.
    Berarti pas beli domain kita deketan harinya ya...

    BalasHapus
  8. iya ya kak. betul. merasa cukup itu sebetulnya sebuah keberkahan tersendiri buat seseorang. banyak atau sedikit, kalau merasa cukup, jadinya lebih berkah.

    BalasHapus
  9. Tos ah, akupun sekarang mulai agak berat berkompetisi ikut lomba udah sadar kemampuan sampe mana ya kan sekarang ikut yg pasti2 aja deh wkwk, soal home learning/schooling pengen banget nerapin ini sama anakku, harus banyak belajar ni sama dirimu dan kak shisca :)

    BalasHapus
  10. Kita mirip kak, kurang suka berdebat walaupun punya pendapat yang beda ama orang. Padahal ada waktunya kita harus berdebat untuk hal yang prinsipil juga. Jadi blogger buat saya menyalurkan sesuatu secara positif lewat tulisan. Kalopun ada rejeki lain, itu bonus dan tambahan. Yang penting cukup untuk buat hati kita bahagia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul yg terpenting hati yang bahagia ya kak

      Hapus
  11. wah homeschooling ya kak, bs sharing tuh kak di grup hehe selamat 2 tahun ngblog!😅

    BalasHapus
  12. Bener banget pandemi ini bisa jadi momen untuk dapeti banyak insight.
    Khusus nya buat kk pribadi...

    Selamat hari blogger ya yan..
    Sehat2 selalu kita semua ya

    BalasHapus
  13. Jadi inget udah lama ga ngontes blog hehe, tapi dinikmati aja semuanya. Dilakukan apa yang bikin hati senang dan nyaman, semua ada masanya ya yang penting produktif dan hati bahagia

    BalasHapus
  14. Pertama, Selamat 2 Tahun Ngeblog dulu buat Mbak Yanti Ani. Happy journey!
    Kedua, saya kepo dong sama homeschooling-nya. Ada keinginan tapi masih belum memiliki keberanian. Bisa sharing nih ya, Mbak :)

    BalasHapus
  15. Wah sudah lumayan ngeblog selama 2 tahun, saya malah ngeblog sejak Maret 2020 hehee.. tapi ternyata saya suka, sebab ngeblog dapat memberikan manfaat buat orang banyak. Kalo ikutan lomba belum berani secara ilmu masih nihil hehee.. yang penting happy saat ngeblog 😊

    BalasHapus
  16. selamat hari Blogger walau saya telat ngucapinnya. Masih baru banget menjadi blogger belum ada 6 bulan. Kadang terkaget-kaget dengan pencapaian rekan-rekan yang sudah jauh lebih dulu berkecimpung di dunia blog. Pengen ngejar tapi saya sadar masing2 orang punya start nya masing-masing. Punya rute yang berbeda.

    BalasHapus
  17. Intinya Kita harus jadi diri sendiri ya Mba. Karena bahagia itu kita yang ciptakan. Aku setuju banget ngeblog itu harus bikin hepi... Mau ngelomba hayuk, nggak juga no problem. Yang penting bersyukur tiap hari. Semangattt

    BalasHapus
  18. Dunia blogger semakin diselami semakin saya harus banyak belajar. Dulu saya tahunya, nulis-nulis di dunia maya gitu. Tapi sadar diri sih, saya mencernanya pelan, engga bisa cepat seperti teman-teman. Tapi ya gpp, udah seneng dengan komunitas yg saya ikuti...Selamat Hari Blogger ya Kak

    BalasHapus
  19. Setuju mbak..selalu bersikap positif dan memandang sesuatu dengan optimis itu perlu, ga usah ngiri, baper dan lainnya. Labih baik saling mendukung dan mengambil banyak ilmu dari pertemanan positif kita.

    BalasHapus
  20. Ini blognya keren banget, banyak iklannya, hiii

    Emang harus konsisten yah ngeblog itu, aku malah baru setaun mba, dan masih angot-amgotan, hii

    BalasHapus
  21. Tos, Mbak. Aku juga ngejalani profesi blogger ini sebatas kemampuan aja. Aku serap ilmu sebanyak mungkin, dan aku praktekkan sesuai kemampuan. Aku ga mau maksain diri, tapi justru jadi abai dengan tanggung jawab utama yaitu kewajiban ibu sekaligus istri. Tapi, karena semua dilakoni dengan ikhlas, rezeki itu datang dengan sendirinya Mbak. Alhamdulillah.

    BalasHapus
  22. Semangat belajar terus ya mbak. Sayapun menikmati masa pandemi sekalipun tak bisa dibilang kita mensyukuri kehadirannya karena ini adalah musibah dunia. Tapi kita tak boleh larut bahkan menjadi merasa tak berdaya. Selamat 2 tahun menekuni ngeblognya ya, semoga makin senang dengan dunia blog.

    BalasHapus

Berlangganan via Email